Pilihan wadah unik untuk mengemas kue, ternyata bisa menerbitkan peluang usaha baru. Tengok saja,
cake in jar yang sedang naik daun belakangan ini. Tren baru ini pun mengantarkan laba yang semanis tampilannya.
Ide
kreatif memang bisa datang dari mana saja. Apalagi, ide bisnis seputar
produk makanan. Banyak hal yang bisa digali untuk menciptakan tren
hingga pasar yang baru.
Salah satunya, penggalian ide seputar pilihan kemasan sebagai wadah kue atau roti, seperti yang terlihat dari
cake in jar. Roti atau
cake yang ditaruh dalam stoples selai ini sedang naik daun, atau banyak dipesan oleh pecinta
cake tanah air.
Padahal, ide
cake in jar ini berangkat dari keinginan untuk menyajikan sekaligus menyimpan kue secara praktis. “Terutama, jika
cake
tak langsung habis dalam sekali makan, biarpun sudah berupa potongan,”
kata Carina Vega, pemilik Velvet Cakes dan Bakes, produsen
cake in jar.Selain memudahkan penyimpanan, menikmati
cake yang ditaruh dalam wadah stoples ini, tidak membuat tangan kotor. Tania Erniyati, produsen
cake in jar bermerek Aliyya Annah, berujar bahwa banyak pelanggan memesan
cake in jar lantaran alasan lebih praktis dan sederhana. “Terutama bagi mereka yang ingin bepergian atau
cake tak langsung dinikmati,” tambah dia.
Selain itu, karena dikemas dalam stoples yang kedap udara, tanpa lemari pendingin,
cake in jar bisa tahan selama dua hari. Sementara itu, jika disimpan di kulkas, masa simpan bisa lebih lama atau hingga dua minggu. Jenis
cake yang bisa dikemas dalam stoples selai biasanya adalah jenis
butter cake karena teksturnya pas, tidak terlalu keras dan tidak terlalu lembut.
Penggemar
cake in jar pun terus bertambah. Tania bisa melayani pemesanan sekitar 40 stoples hingga 50 stoples
cake in jar dalam sehari. Ia membanderol produknya mulai Rp 30.000 untuk semua varian.
Carina
mengalami situasi yang tidak jauh berbeda. Ia membuat hingga 200
stoples dalam seminggu. Banderol harga kue dalam stoples Carina Rp
35.000 per stoples.
Alhasil, mereka pun bisa mengantongi omzet
mulai dari Rp 20 juta hingga Rp 24 juta dalam satu bulan. Marginnya
cukup tebal. “Dalam sebulan, saya bisa mendapat untung bersih sekitar Rp
10 juta,” cetus Tania yang baru mengawali bisnis ini Mei 2012 silam.
Punya ciri khasUsaha ini tidak membutuhkan modal yang besar. Berawal dari hobi membuat kue dan
cake,
Tania mengawali usaha berbekal mixer dan oven dengan kapasitas kecil.
“Saat itu, semua saya kerjakan sendiri,” kata Tania yang kini dibantu
oleh seorang asisten.
Ia memperoleh resep
cake in jar
dari hasil menjelajahi berbagai situs internet. “Saya belajar dari resep
dan mengembangkan sendiri,” tutur dia. Pada awalnya, ia hanya
mengandalkan promosi dari mulut ke mulut.
Baru pada Mei 2012, setelah roda usahanya berjalan makin mantap, Tania mulai menawarkan
cake in jar
melalui situs. Lantas, ia membeli oven lebih besar yang bisa memuat 100
stoples berukuran 250 gram, dalam sekali panggang. Waktu itu, harganya
Rp 13 juta.
Sementara itu, bagi Carina, usaha
cake in jar ini sejatinya merupakan pengembangan dari usaha
cupcakes miliknya. Namun, kini,
cake in jar yang justru menjadi andalan Carina.
Berbagai varian
cake
milik Carina adalah Rockball, Dulche de Leche, Cotton Candy, Noir
Vixen, Vellutata di Formagio. “Konsumen banyak yang suka dengan menu
Rockball kami lho,” ujar perempuan yang berjualan melalui situs
www.velvetcakesandbakes.com dengan bangga. Menu
cake in jar lain yang diandalkan Carina dan sudah akrab di lidah adalah Rainbow dan Red Velvet.
Kiprah Tania beda lagi. Melalui situs
www.dapuraliyyaanahla.blogspot.com,
ia menawarkan beberapa menu jar cake seperti Choco Malt Cream, Choco
Overdark, Black Forest, Double Chocolate, Choco Velvet, Cake Pumpkin
hingga cake pisang. “Ciri khas saya adalah cake in jar yang tidak
menggunakan perasa dan pewarna buatan. Jadi saya menggunakan perasa dan
pewarna alami dari buah-buahan dan dari cokelat langsung,” tambah Tania.
Rajin
belajar resep melalui internet atau dari pemain yang sudah
berpengalaman akan mengayakan varian cake in jar milik Anda. Jangan
lupa, pilih ciri khas Anda dalam berjualan cake in jar ini agar konsumen
makin tertarik.
Bahan utama dalam pembuatan
cake in jar ini tidak jauh berbeda dengan
cake
lainnya. Nah, untuk stoplesnya, sebaiknya pilih jenis yang kedap udara.
“Pilih stoples untuk ASI saja, biar kualitasnya bagus dan memiliki
tutup yang rapat,” terang Tania. Ia biasa membeli stoples-stoples ini di
toko pecah belah, seperti Kedaung.
Karena sampai saat ini kebanyakan pebisnis
cake in jar
hanya melayani pesanan, urusan pengantaran menjadi penting. Tania
maupun Carina berpesan, mencari jasa kurir yang bisa diandalkan untuk
mengantar
cake in jar ke pelanggan. “Karena tidak semua konsumen bisa mengambil,” kata Tania.
Sebaiknya,
pilih kurir yang khusus menyediakan jasa pengiriman kue. Jasa kirim ini
berkisar Rp 25.000 untuk alamat di dalam Jakarta serta antara Rp 50.000
hingga Rp 75.000 di untuk kawasan Jabodetabek.
Jika belum
membuka gerai sendiri, untuk mengenalkan produk ke pasar, ada baiknya
rajin mengikuti pameran kuliner yang bisanya diselenggarakan di
pusat-pusat belanja. Cara lainnya adalah menerima pesanan skala besar.
Berikan diskon jika diperlukan.
Jurus ini yang dijalankan Carina.
Saat ini, ia juga menerima order dari hotel dan acara pesta. “Bisa saya
hias dan beri nama sesuai dengan pesanan mereka kok,” papar Carina.
Bentuk
yang unik dan sedap dipandang mata, membuat produk ini cocok untuk
dijadikan hadiah. Tak jarang konsumen meminta kepada Carina dan Tania
untuk menyelipkan kartu dan hiasan di kue pesanan mereka yang
bertuliskan pesan seperti ucapan selamat ulang tahun dan banyak lagi.
Tak sungkan, mereka menyediakan fasilitas kartu dan pita jika ada
permintaan khusus seperti itu. ”Asal pintar mengombinasikan warna saja,”
ujar Tania.
sumber kontan