This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Rabu, 11 September 2013

Organisasi harus efisien


Organisasi harus efisien 
Tugas berat kini disandang oleh Budi Setiawan. Sebagai Presiden Direktur PT Pos Indonesia yang baru, dia harus bisa menjadikan perusahaan milik negara (BUMN) ini sebagai perusahaan pos terintegrasi dengan laba tertinggi di kawasan Asia Tenggara. Bagaimana strategi untuk mencapai target itu? Berikut penuturan Budi Setiawan kepada wartawan KONTAN, Hendra Gunawan, di Jakarta, Kamis (15/8).
Tugas saya memimpin PT Pos Indonesia bisa dibilang cukup berat. Saya harus membawa PT Pos menjadi lebih baik dari kemarin, dan juga lusa harus lebih baik dari pada hari ini. Visi saya yaitu menjadikan PT Pos menjadi perusahaan pelayanan pos yang tepercaya. Sedangkan targetnya adalah membawa perusahaan ini menjadi perusahaan pos nomor satu di kawasan Asia Tenggara.
Saat ini dari sisi pendapatan, PT Pos masih berada di peringkat tiga di bawah Malaysia dan Singapura. Padahal kalau dilihat dari sisi bisnis, potensi Indonesia lebih besar.
Laba Pos Malaysia tahun lalu sekitar Rp 600 miliar dan Pos Singapura sekitar Rp 500 miliar. Sedangkan Pos Indonesia tahun ini baru Rp 325 miliar. Artinya, untuk mengejar mereka, kami harus bisa tumbuh sekitar 40% per tahun hingga 2016.
Jadi, kami harus menggenjot bisnis dari sekarang. Saat ini ada empat bisnis yang kami jalankan yaitu mail, logistik, retail, dan financial service atau layanan jasa keuangan.
Untuk financial service saat ini kami memiliki layanan Pos Pay, remitansi, dan giro. Perkembangan Pos Pay cukup besar seiring kerja sama yang dilakukan dengan sejumlah perusahaan, seperti pembayaran air bersih, listrik, leasing, dan pajak. Terakhir, kami melakukan kerja sama dengan Bank Syariah Mandiri untuk gadai emas.
Selain itu, kami kerja sama dengan BTN untuk Tabungan Cermat. Saat ini Tabungan Cermat sudah sekitar Rp 2 triliun. Dari situ kami dapat fee 3%.
Selain menjalankan bisnis yang sudah ada, kami terus mengembangkan bisnis-bisnis baru di layanan jasa keuangan. Yang saat ini sedang dalam proses yaitu Post Card. Kartu ini bisa digunakan untuk semua jenis layanan di PT Pos. Misalnya, menerima transfer uang, maka uangnya akan masuk ke dalam kartu tersebut.
Keamanan kartu itu sama dengan kartu bank yang menggunakan chip. Nah, konsumen tinggal mencairkan uangnya itu di kantor Pos terdekat.
Kartu itu juga bisa digunakan untuk membayar tagihan listrik, telepon, cicilan leasing, dan sebagainya, selama ada saldo di dalamnya. Rencananya, kartu ini akan kami luncurkan pada Januari 2014.
Namun, itu baru single purpose. Ke depan, Post Card akan kami jadikan multipurpose. Jadi, kartu itu tidak hanya bisa digunakan di gerai Pos, tetapi bisa digunakan di ATM perbankan.
Kami sudah berbicara dengan Bank Indonesia. Ada tim kami yang kini menangani proyek tersebut. Di dalam tim tersebut kami merekrut orang-orang yang capable di bidangnya, yaitu dari perbankan. Ini sejatinya juga untuk mendukung program cashless society yang digalakkan pemerintah.
Jika ini jadi dijalankan maka potensinya sangat besar sekali. Saat ini saja ada sekitar 14 juta transaksi setiap hari di PT Pos. Seperti transaksi pembayaran listrik yang sekitar 5,5 juta orang dan 1 juta lebih untuk transaksi pengambilan uang pensiun. Belum lagi pembayaran cicilan motor, menabung dan lain-lain.
Dari situ kami sudah memiliki basis pelanggan yang besar. Jadi ini juga bagian dari strategi kami melakukan up selling dan cross selling yang bisa dimaksimalkan.
Ke depan, kartu sakti ini diharapkan bisa digunakan untuk transaksi e-commerce. Biaya transaksi tidak akan lebih mahal karena mereka belanja online di merchant yang kerja sama dengan kami. Merchant juga diuntungkan karena mereka bisa menempatkan barangnya di gudang kami. Begitu ada pesanan, tinggal kami kirimkan.
Layanan jasa keuangan lain yang coba kami masuki adalah asuransi mikro. Kami sedang mencari mitra untuk masuk ke situ. Dengan jaringan yang kami miliki, ini merupakan peluang besar. Sudah ada beberapa perusahaan asuransi yang mau kerja sama, baik asuransi lokal maupun asing.
Kami tidak mau hanya menjadi agen penjual saja, tetapi bikin perusahaan joint venture dengan mereka.
Bisnis logistik juga akan kami kembangkan. Dengan ekonomi yang terus bertumbuh, arus pengiriman barang terus meningkat. Berdasarkan data Frost & Sullivan, bisnis logistik tumbuh sekitar 16,4%.
Kami meningkatkan kerja sama dengan maskapai penerbangan Merpati agar dapat menjamin ketersediaan angkutan udara. Sebelumnya kami juga melakukan kerja sama, tapi baru sebatas penyediaan slot. Nah, sekarang ditingkatkan lagi kerja samanya, yaitu Merpati akan menyediakan pesawat khusus untuk mengangkut logistik kami, terutama untuk wilayah timur Indonesia.
Di bisnis mail, pengembangan kami fokuskan pada parsel dan express courier. Demi mendukung pengembangan tersebut, perlu dibangun infrastruktur processing dan delivery yang modern dengan standar best practise di dalam dan luar negeri sehingga mampu menangani kiriman secara baik.
Untuk mempercepat pembenahan bisnis mail dan parsel ini, kami merekrut SDM eksternal yang berkualitas dan memiliki track record penanganan yang baik dari swasta.
Ekspansi ke luar negeri
Kami juga akan memperluas jaringan kantor yang dimiliki. Misalnya, menambah sekitar 250 kantor sehingga di akhir tahun nanti jumlahnya menjadi lebih dari 4.000 kantor. Targetnya, Pos memiliki 7.000 kantor pada tahun 2016.
Selain menambah jaringan kantor di dalam negeri, kami ingin ekspansi ke pasar luar negeri, terutama yang menjadi kantong-kantong TKI seperti Malaysia, Singapura, Hong Kong, dan Taiwan. Mungkin yang paling cepat adalah Hong Kong karena salah satu perusahaan pengiriman uang di sana sudah menawarkan diri untuk diakuisisi.
Tidak sulit masuk ke sana karena peraturannya tidak terlalu ketat. Rencananya, ekspansi ke luar negeri baru akan kami lakukan tahun 2015.
Selain itu, kami meningkatkan efisiensi biaya. Misalnya, dari sisi belanja perusahaan seperti pembelian komputer. Kami akan memperbarui sebanyak 8.000 unit komputer tahun ini. Jika sebelumnya kami membeli melalui retail, sekarang akan beli langsung dari produsennya. Dengan membeli langsung dari produsen, tentu harganya lebih murah.
Kami menginginkan organisasi ini menjadi sangat efisien pada tahun 2016. Caranya, kami berencana membentuk holding dan mendirikan anak-anak usaha di bidang masing-masing.
Salah satunya, properti. Anak perusahaan ini nanti yang akan mengurusi seluruh properti yang dimiliki PT Pos. Bukan cuma memelihara tapi juga memaksimalkan aset properti yang dimiliki.
PT Pos saat ini punya 3.000 lokasi di seluruh Indonesia. Kalau dipakai sendiri maka cost-nya mahal. Kami akan menghitung kembali berapa meter persegi yang bisa kami hasilkan dari aset tanah yang dimiliki.
Makanya, aset itu akan di manfaatkan untuk hotel atau ruko. Kalau ruko mungkin bisa kami bangun sendiri, tapi kalau hotel tentu perlu kerja sama dengan pihak ketiga. Kami sudah mendapat persetujuan secara lisan dari komisaris untuk rencana tersebut.
Selain ekspansi bisnis, kami juga akan meningkatkan layanan agar tak kalah dengan para pesaing.
Harapan kami PT Pos bisa menjadi rujukan pengguna jasa pengiriman

Bisnis Karpet Kulit Milik Shinta Hasilkan Rp 200 Juta Sebulan

Kulit kambing banyak memiliki kegunaan diantaranya bisa dipakai sebagai karpet dan berbagai produk lainnya. Melalui tangan kreatif dan kejelian membaca peluang, kulit bisa menjadi produk yang bernilai tambah tinggi.
Shintamie Suryaputri, perempuan 28 tahun asal Jogjakarta ini, mampu menyulap kulit kambing menjadi sesuatu yang unik, menarik dan memiliki nilai jual tinggi.
Ia mengatakan, untuk satu buah karpet kulit kambing bermotif dibanderol dengan harga Rp 600.000. Sementara untuk yang polos (natural), harga jualnya lebih murah hanya Rp 300.000 per produknya.
"Karpet ini dari kulit kambing asli, hand painted. Kambingnya pakai kambing lokal," kata Shinta saat disambangi detikFinance, di Pameran Inacraft 2013, JCC, Kamis (25/4/2013).
Shinta juga mampu menyulap kulit sapi, kambing, dan ular menjadi tas-tas cantik. Bahkan, harga tas-tas itu bisa mencapai Rp 2 juta per buahnya. Sementara untuk dompet, bisa lebih murah, hanya Rp 75.000 sampai Rp 500.000 per satu dompet.
"Kalau tas sama dompet dari kulit sapi, kambing, sama ular. Ularnya bisa ular air, cobra, atau piton. Kalau tas harganya mulai dari Rp 150.000 sampai Rp 2 juta. Dompet bisa lebih murah," kata dia.
Dari bisnisnya ini, Shinta mengaku bisa meraup omzet hingga Rp 100 juta per bulan. Bahkan, jika barang-barang tersebut diekspor, omzetnya bisa lebih tinggi hingga sampai Rp 200 juta per bulan. Dia menyebutkan, bisnis yang sudah dirintis sejak 2006 ini, sudah mampu menembus negara Australia dan Eropa.
"Saya mulai dengan konsep baru dengan design sendiri itu dari 2006 pakai nama tokonya 'As Java Leather'. Kita sudah ekspor ke Australia dan Eropa. Omzet ya sekitar Rp 70 juta sampai Rp 100 juta. Tapi kalau ekspor bisa sampai Rp 200 juta per bulan" kata Shinta. (bn)
Untuk info lebih lanjut:
Jl. Nyi Pembayun 17A
Kotagede Yogyakarta 55172
Indonesia
Email: as.java@yahoo.com
Web: www.asjavaleather.com

Game Seru Ajari Cara Memilah Sampah

Permainan Throw Me to the Right Place. (Foto: dok. Tim TMTTRP) Permainan Throw Me to the Right Place. (Foto: dok. Tim TMTTRP)
YOGYAKARTA - Saat ini, sampah telah menjadi masalah besar di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Produksi sampah tiap tahunnya semakin bertambah. Seperti kita ketahui, salah satu solusi masalah sampah adalah dengan program 3R (reduce, reuse, recycle). Namun proses recycle sendiri akan sulit dilakukan bila semua jenis sampah tercampur aduk. Idealnya pemerintah berkewajiban mendorong kedisiplinan warga untuk memilah jenis sampah dan menyediakan tempat sampah tersendiri agar mereka dapat membuang sampah sesuai dengan jenisnya. Sayangnya hal tersebut masih belum dapat terealisasi di sebagian besar kawasan Indonesia. Kurangnya kesadaran masyarakat serta masih terbatasnya tempat pembuangan yang tidak memadai menjadi permasalahan utama.

Tema inilah yang kemudian diangkat oleh salah satu tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM)-Pengabdian Masyarakat Universitas Gadjah Mada (UGM) yang beranggotakan Syauqy Nurul Aziz, Bimo Wahyu Prakoso, Moh. Erfan Hanindyo, Rizaldi Satrya Herlambang dan Nurhapsari Widhianingtyas. Lima sekawan ini mengembangkan game edukatif bertajuk “Throw Me To The Right Place” yang mengajarkan kita memilah sampah dengan cara asyik.

“Kami prihatin melihat keadaan masyarakat seperti saat ini. Kami berharap dengan aplikasi yang kami kembangkan ini, masyarakat dapat disadarkan sejak dini mengenai masalah ini,” ucap ketua tim, Syauqy.

Syauqy menjelaskan, aplikasi permainan ini mengajak anak-anak untuk belajar memilah berbagai jenis sampah. Sampah yang telah dipilah lalu dimasukkan ke tempat sampah yang dicat dengan warna berbeda untuk memudahkan kita membuang sampah sesuai jenisnya.

“Dengan game ini, kami harap anak mampu memahami konsep memilih dan membuang sampah pada tempatnya sesuai dengan kenyataan yang ada,” kata Bimo, desainer aplikasi permainan ini.

Rangkaian acara PKM ini meliputi tiga kegiatan, yaitu pembekalan dasar, pengenalan jenis sampah dengan menggunakan aplikasi itu sendiri, dan praktik pemilahan sampah pada hari terakhir.

Pada hari pertama, yaitu pembekalan, tim mengajak anak-anak untuk mengenal beragam jenis sampah yang ada. Dengan kegiatan ini diharapkan mereka memiliki dasar ilmu untuk membedakan berbagai jenis sampah yang ada. Di hari kedua, tim mencoba untuk menarik perhatian anak-anak dengan pengenalan lebih dalam mengenai masalah pemilahan sampah melalui media aplikasi permainan. Pada hari terakhir dari program, tim mengajak anak-anak untuk membersihkan lingkungan sekitar dan mengumpulkan sampah tersebut berdasarkan kategorinya.

Berita kiriman:
Syauqy Nurul Aziz
Teknik Elektro
Universitas Gadjah Mada (UGM)

Ronny Gani, Animator Indonesia di Balik Layar Film "Pacific Rim"

VIA VOA INDONESIA
Ronny Gani, animator muda Indonesia yang ikut terlibat dalam penggarapan animasi film science fiction "Pacific Rim".
KOMPAS.com - Di balik kesuksesan film animasi "Pacific Rim" yang masih diputar di bioskop-bioskop di Tanah Air saat ini, ternyata ada sentuhan seorang animator Indonesia. Dialah Ronny Gani, seorang animator muda yang bekerja di Industrial Light & Magic, di Singapura, anak perusahaan Lucas Film Group, yang menggarap film tersebut.

"Kalau di Pacific Rim saya mengerjakan animasinya. Jadi saya menggerak-gerakkan karakter-karakter yang ada di film itu," ujar Ronny dalam wawancara yang dilansir situs VOA. Ia mengatakan, sebagai animator, ia punya peran memainkan visual effects sehingga gerakan karakter dalan animasi menjadi lebih hidup dan masuk akal.
Ini bukanlah debut pertamanya menggarap animasi-animasi di film Hollywood. Ronny sebelumnya juga terlibat dalam penggarapan film the Avengers yang dirilis tahun 2012.
"Kebetulan sekali waktu saya pertama kali mulai bekerja di Industrial Light & Magic, proyek yang sedang dikerjakan adalah The Avengers. Jadi otomatis saya ikut terlibat dalam proyek itu. Secara garis besar grup Industrial Light & Magic itu mengerjakan bagian akhir film di bagian aliennya sudah mulai menginvasi," kata Ronny.
WARNER BROS
Poster film Pacific Rim.
Pekerjaan sebagai animator sebenarnya bukan cita-citanya saat kecil. Bahkan sampai usai kuliah ia mungkin belum membayangkan profesinya sekarang karena Ronny adalah lulusan S1 Jurusan Arsitektur Universitas Indonesia.
"Selama kuliah saya merasa kurang sreg dengan bidang yang saya pelajari dan akhirnya coba-coba cari saya punya passion apa selain bidang arsitektur ini," kata Ronny.
Kecintaan Ronny terhadap seni ternyata cukup kuat untuk membuatnya mempelajari bidang tersebut lebih dalam lagi secara otodidak.

"Saya pelajari 3D software yang saat itu saya pakai untuk mengerjakan tugas-tugas kuliah. Akhirnya saya tahu kalau penggunaan 3D software itu ternyata bisa diaplikasikan ke industri film, dalam hal ini animasi dan visual effects," ujarnya.
Tanpa memiliki pendidikan formal dan pengalaman, Ronny kemudian membuat portfolio dan mencari pekerjaan di bidang yang diinginkannya, yaitu animasi.

"Saya mendapat pekerjaan pertama saya di Batam. Saat itu saya tinggal di Jakarta dan saya harus relokasi ke Batam, dan kerja di sana satu tahun," ujarnya.

Di Batam pekerjaan pertamanya sebagai animator adalah mengerjakan proyek film "Sing to the Dawn", sebuah proyek kolaborasi antara studio animasi di Batam dengan perusahaan Singapura. Filmnya sendiri rilis di Singapura dan di Indonesia dengan judul Merah Mimpi.
Setelah mendapat pengalaman kerja di Batam, akhirnya Ronny memutuskan untuk mencari pekerjaan di Singapura sebagai batu loncatan. Proses pencarian kerjanya pun juga sangat mudah dan semuanya dilakukan melalui online di Internet, sampai akhirnya diterima dan diberi izin kerja.

Awalnya ia bekerja di perusahaan lokal Singapura, Sparky Animation. Sparky Animation adalah sebuah perusahaan animasi yang mengerjakan proyek-proyek skala kecil, seperti serial TV dan film DVD.

Setelah enam bulan bekerja di sana, Ronny kemudian mendapatkan pekerjaan di Lucas Film Animation di Singapura selama kurang lebih empat tahun. Di Lucas Film, ia terlibat dalam pembuatan serial TV Star Wars: The Clone Wars untuk musim tayang ke-2, 3, dan 4.
Setelah berkarir di bidang animasi selama beberapa tahun, Ronny mengaku pekerjaannya sebagai animator ini bukanlah pekerjaan impian, namun bisa dikatakan sebagai suatu proses dalam karirnya.

"Saya aja kuliahnya arsitektur. Yah, lebih seperti proses saja kali ya, sampai saya akhirnya ada disini. Dan saya mensyukuri. Harus mensyukuri saya bisa ada di sini. Tapi ini bukan sesuatu yang memang dari kecil saya impikan, seperti cita-cita saya mau jadi pilot atau apa lalu saya menyebut animator, tidak. Tapi memang dari kecil saya suka film animasi dan hal-hal yang sifatnya seni," jelas Ronny.

Pewarna Makanan Alami Khas Mahasiswa UNS

Ilustrasi. (Foto: Reuters) Ilustrasi. (Foto: Reuters)
SOLO - Maraknya penggunaan pewarna tekstil untuk mewarnai makanan belakangan ini memang cukup memprihatinkan. Karena berbahaya terutama bagi kesehatan.

Keprihatinan itu ternyata memancing Stefanny Florencia Dewana, mahasiswi Program D-3 Farmasi Universitas Sebelas Maret (UNS) untuk berkarya mencari alternatif pewarna makanan yang tidak membahayakan kesehatan.

"Setelah membaca berbagai referensi yang ada, maka saya mencoba mengekstraksi kulit terong ungu atau istilah kerennya Solanum Melongena menjadi pewarna alami. Dan yang terpenting tidak berbahaya bagi kesehatan," jelas Stefanny, saat bertemu Okezone, di Kampus UNS, Solo, Jawa Tengah, Senin (26/8/2013).

Untuk melakukan percobaan itu, Stefanny membeli lima kilogram (kg) terong ungu yang diambil bagian kulitnya. Salah satu kelebihan terong ungu adalah memiliki antioksidan yang tinggi. Kulit terong tersebut, menurut mahasiswa D-3 Farmasi UNS tersebut, direndam selama 24 jam.

Setelah direndam kemudian diberi pelarut air dan etanol 70 persen. Usai dilarutkan kemudian dilakukan proses dikentalkan atau dikentalkan dan ditambah zat khusus, baru dikeringkan dan dijadikan bubuk sebagai pewarna ungu.

"Setelah berupa bubuk, siap digunakan untuk mewarnai makanan. Tetapi diencerkan terlebih dahulu dengan air," jelasnya.

Selain murah harganya, Stefanny mengatakan bahwa bubuk pewarna makanan dari terong ungu jauh lebih awet dan lebih cantik warnanya dibanding pewarna sintetis. Jika nantinya diproduksi massa, harganya tentu bisa sangat murah.

"Karena murah dan terjangkau, ke depan diharapkan mereka yang biasa memakai pewarna sintetis bisa beralih menggunakan pewarna alami yang berasal dari tepung terung," ujar Stefanny yang juga menjadi finalis Lomba Mahasiswa Berprestasi Nasional 2013. (ade)

Google Siapkan Taksi Tanpa Pengemudi

TechSpot.com
Salah satu mobil otomatis Google
Google dikenal getol mengembangkan proyek-proyek "nyeleneh". Salah satunya yang terbaru, raksasa internet ini dikabarkan sedang sibuk mengembangkan sebuah mobil otomatis yang bisa menyetir sendiri.

Dikutip dari Wall Street Journal, Google disinyalir bakal menerapkan teknologi ini pada layanan bernama "robo-taxi" alias taksi otomatis.

Pada awalnya taksi-taksi ini bakal dipandu oleh pengemudi sungguhan agar para penumpang tidak khawatir. Namun, ketika teknologinya sudah matang nanti, para penumpang bisa diantar ke tujuan secara otomatis tanpa butuh bantuan manusia.

Google disinyalir bakal bereksperimen lebih dahulu di satu kota di Amerika Serikat untuk proyek taksi otomatis ini, seperti jaringan internet berkecepatan tinggi Google Fiber yang pertama kali diterapkan di kota Kansas.

Belum diketahui kota mana yang dimaksud, tetapi baru-baru ini Google menanam investasi di Uber, perusahaan start-up asal San Francisco yang bergerak di bidang transportasi.

Juli lalu, Uber telah menyatakan bakal membeli 2.500 unit mobil dari Google.

Raksasa internet itu pun kabarnya telah terlibat pembicaraan dengan produsen komponen mobil Continental AG dan Magna International untuk memperlancar proses implementasi teknologinya di kendaraan.

Perkara ini sebenarnya bukan barang baru bagi Google. Sebelumnya, perusahaan mesin pencari tersebut sudah pernah mengembangkan kendaraan otomatis dengan basis Toyota Prius.

Masalahnya, selain harga per unit mahal, moda transportasi otomatis Google itu hingga kini masih tersansung persoalan regulasi lalu lintas dan politik yang kebanyakan belum siap menerima mobil yang bisa menyetir sendiri.

Selasa, 10 September 2013

B.R. Prabowo dan Bisnis Bakso Deg-degan


Pendiri dan pemilik Bakso Sehat Bakso Atom (BSBA) B.R. Prabowo. Berawal dari bakso gerobak pada 2003, BSBA hingga kini memunyai sekitar lebih dari 27 gerai di kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) plus Bandung. Menginjak tahapan usia 10 tahun, BSBA menyerap pekerja sekitar 300 orang. | Josephus Primus
 
KOMPAS.com - Meski sudah sepuluhan tahun menggeluti bisnis makanan bakso lewat bendera Bakso Sehat Bakso Atom (BSBA), pendiri dan pemilik BSBA B.R. Prabowo mengaku masih menjalankan bisnis dengan sembari deg-degan alias membuat jantung berdebar-debar. Apalagi kalau menyangkut anak-anak yang diajak mencicipi cita rasa bakso kreasinya. "Anak-anak kan enggak pernah bohong soal rasa. Kalau rasanya enggak enak mereka langsung bicara. Spontan saja," katanya tergelak.

Prabowo dalam kesempatan peluncuran Laboratorium Kewirausahaan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Strada Budi Luhur bekerja sama dengan BSBA di kompleks sekolah tersebut pada Senin (26/8/2013) mengatakan kalau saat ini adalah waktu bagi para siswa SMK untuk mengalami mengelola bisnis. "Ini untuk memadukan antara teori yang diperoleh di sekolah dengan kenyataan bisnis,"katanya.


Lebih lanjut, Prabowo mengatakan kata "laboratorium" pada proyek percontohan yang pertama di lingkungan Perkumpulan Strada menunjukkan bahwa banyak hal mesti dibedah. Menurutnya, bisnis itu hal yang mudah. Syaratnya, membedah bisnis harus dengan cara-cara yang benar.

Sementara itu, terkait dengan pembelajaran di laboratorium tersebut, Kepala SMK Strada Budi Luhur Kota Bekasi Caelesta Maria Fajarsasi mengatakan seluruh siswa akan mengenyam kesempatan berpraktik di laboratorium tersebut.

Dilarang merokok

Laboratorium kewirausahaan terletak di halaman depan kompleks Strada Budi Luhur Kota Bekasi. Dengan sapuan khas warna kuning oranye, laboratorium itu berbentuk gerai makan. Ada ruang berpendingin udara di situ. Ada juga ruang terbuka bagi konsumen yang hendak menyantap menu utama yakni bakso. Sebuah peti kemas bekas sudah disulap menjadi pusat layanan tempat konsumen mengambil makanan, minuman, sekaligus membayar harganya.

Josephus Primus Gerai Bakso Sehat Bakso Atom (BSBA) di kompleks SMK Strada Budi Luhur Kota Bekasi. Menurut pendiri dan pemilik BSBA B.R. Prabowo, pihaknya memelopori gerai laboratorium kewirausahaan bagi sekolah menengah kejuruan (SMK) sebagai salah satu bentuk nyata menumbuhkan semangat kewirausahaan mulai dari tingkat sekolah menengah.


Lantaran memanfaatkan kompleks sekolah, lanjut Fajarsasi, pihaknya menetapkan aturan tegas dilarang merokok. "Kami mengajarkan kepada anak-anak didik untuk menegur secara baik-baik kalau ada konsumen yang merokok di lokasi gerai,"kata perempuan penyuka warna merah tersebut.

Sementara itu, menurut penuturan Prabowo kembali, selain bekerja sama dengan Perkumpulan Strada, BSBA dalam konteks bisnis juga menggandeng pihak perbankan seperti BRI, Bank Mandiri, BNI, dan BCA. Tak hanya itu, pihak Sosro juga menjadi mitra untuk pasokan berbagai jenis minuman.
Josephus Primus Siswi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Strada Budi Luhur Kota Bekasi melayani konsumen di Laboratorium Kewirausahaan Bakso Sehat Bakso Atom (BSBA) di kompleks sekolah, Jalan Ir. H. Juanda 164, Bekasi pada Senin (26/8/2013).Gerai ini menjadi pelopor bagi empat gerai berikutnya di seluruh SMK kejuruan ekonomi Perkumpulan Strada.



Editor : Josephus Primus